Sabtu, 31/01/2009 09:12 WIB
Prospek Investasi Emas di 2009
Suhendra - detikFinance
(Foto: Reuters)
Jakarta - Investasi di keranjang emas diibaratkan seperti memiliki pohon uang yang terus membuahkan keuntungan karena dianggap harganya selalu menanjak naik dari tahun ke tahun. Namun perlu diingat juga emas bagian dari komoditi yang terpengaruh terhadap pergerakan kondisi ekonomi dunia seperti harga minyak, supply-demand, spekulasi dan lain-lain.Potensi investasi emas di tahun ini diperkirakan akan masih berpeluang bahkan bisa menyamai atau melebihi rekor harga emas pada tahun 2008 lalu yang sempat menembus diatas US$ 1.032 per troy ounce."Saya rasa secara umum di tahun 2009 masih prospek, meskipun akan naik turun, selagi ekonomi masih resesi, emas masih punya kekuatan ditambah harga saham jatuh pula," kata Managing Director Vibiznews.com Alfred Pakasi dalam acara seminar prospek investasi emas tahun 2009, di Gedung JDC, Jakarta, Jumat (30/1/2009). Naik turunnya harga emas menurut Alfred dipicu dari beberapa faktor utama yang bisa mendongkrak bahkan menjatuhkan harga emas yaitu pergerakan harga minyak dan pasar saham global. Hal ini tentunya terkait dengan kondisi ekonomi dunia termasuk AS."Misalnya dari paket stimulus AS senilai US$ 825 miliar yang mau diterapkan, maka harga emas turun lagi," ucapnya.Sehingga kata dia, faktor stimulus AS sekarang ini cukup menentukan pergerakan harga emas beberapa bulan ke depan. Ia memperkirakan jika dampak stimulus bisa berpengaruh secara signifikan maka akan berpeluang membuat turun harga emas melandai kembali, yang sudah dapat diraba pada pada kuartal kedua atau ketiga di 2009."Tapi bisa juga kalau pasar modal pulih maka komoditas, terutama harga minyak yang naik maka harga emas kemungkinan naik juga," katanya.Secara umum Alfred menjelaskan bahwa investasi emas sangat fleksibel, yaitu bisa sebagai investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Bahkan lebih lanjut lagi investasi emas bisa dibilang investasi yang anti-krisis"Yang penting bisa memprediksi pasarnya, misalnya faktor musim kawin di Asia yaitu di China, Indonesia dan India mempengaruhi demand. Tapi harga emas juga sangat terpengaruh dengan inflasi dan harga minyak," ujarnya.Investasi emas bisa dilakukan dengan cara tradisional dengan menyimpan secara fisik seperti koin emas, batangan, ada sertifikat emas, perusahaan, pasar derivatif dan lain-lain.Pada tahun 2008, rekor harga emas tertinggi terjadi pada 17 Maret 2008 yaitu US$ 1.032 per troy ounce. Sedangkan jika di Indonesia pada waktu yang sama (17 Maret 2008) harganya mencapai Rp 311.300 per gram.Pada tahun 2008 rekor harga emas terendah terjadi pada tanggal 24 Oktober 2008 yaitu Rp 223.500 per gram dan pada tanggal 28 Januari 2009 kemarin sempat menembus Rp 320.500 per gram."Yang anehnya harga emas itu, jika harga minyak turun maka harga emas ikut turun, tapi kalau harga minyak turun tajam, harga emas tidak ikut turun tajam," jelasnya.Risiko Investasi EmasMeski terbilang sebagai investasi yang aman, investasi emas apapun bentuknya masih menyisakan peluang risiko, sesuai dengan konsep high risk high gain. Menurut Alfred hal ini sangat terkait dengan pengetahuan pasar para investor emas."Risiko itu ada terkait dengan pasar, bisa lewat berita, koreksi emas bisa terjadi," ucapnya.Ia memprediksi ke depannya ketika resesi dunia semakin parah yaitu ke arah depresi global, maka reaksi awal dari pergerakan harga emas pasti akan terjadi penurunan, namun seiring berjalannya waktu akan bisa naik kembali."Masalahnya tidak ada yang tahu berapa lama, atau kapan itu terjadi," pungkasnya.(hen/ir)Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari
Minggu, 2009 Januari 04
prospek emas tahun 2009
prodiksi ekonom, banker, politikus sampai paranormal mensinyalkan kondisi perkeonomian di tahun 2009 belum membaik...meski perekonomian masih loyo sampai akhir 2009 bukan berarti kita tidak berinvestasi...hanya kita mesti hati-hati dalam menentukan jenis investasi kita.plat kuning alias emas adalah salah satu objek invetasi yang aman pada kondisi perekonomian sepert sekarang ini....mau coba?kita lihat dulu kinerja plat kuning ini beberapa saat lalu...pada waktu harga minyak mentah dunia melejit, harga emaspun ikut terkatrol naik secara signifikan....bagi yang membeli emas awal tahun 2007 dan menjual di pertengahan tahun 2008 bisa tertawa ceria menikmati selisih harga beli dan harga jual yang ada. awal tahun 2007 harga emas masih berkisar USD 640 per troy ounce (satuan emas) dan melejit sampai USD 1.125 per troy ounce. namun semester 2 di tahun 2008 harga emas mulai menurun seiring penurunan harga minyak mentah dunia dan akhir 2008 ditutup dengan harga USD 860 per troy ounce pada kisaran harga minyak mentah USD 40.yang punya duit bisa mulai beli emas, karena prospek emas di 2009 masih bisa bersinar kembali mengingat krisis belum segera berakhir dan orang membutuhkan investasi yang aman...emaslah jawabannya, juga perkiraan USD melemah meski sudah di gawangi pak lik Barack Obama dan berencana mencetak banyak duit yang secara otomatis membuat permintaan emas meningkat, karen aturan mainnya bank harus membuat cadangan emas sebanding dengan jumlah uang ang beredar. investasi emas? siapa takut.....tapi ingat tunggu harga turun sampai dibawah USD 700, agar legitnya investasi emas bisa dinikmati, saran Nico Omer Jonckheere wakil president riset dan analisis valbury asia futures.selamat berinvestasi...jangan lupa berbagi cerita suksesnya yaaa.....
Diposkan oleh purwati di 22:22
Label: emas
Diambil dari :
Buku Investasi Emas
January 6th, 2009
Telah terbit buku berjudul “Investasi Emas: Investasi Bijak di Masa Krisis.”
Buku setebal 186 halaman ini diterbitkan oleh Daras Books dan bisa diperoleh di toko buku seperti Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas, dan sebagainya.
Anda juga bisa melakukan pembelian secara online lewat situs mereka.
Buku ini diawali dengan pembahasan seputar emas dan peranannya dalam sistem moneter, kelangkaan emas, hingga outlook dan prospek investasinya di masa depan. Selanjutnya ada pembahasan tersendiri mengenai bagaimana berinvestasi dalam bentuk emas batangan, koin emas, reksadana (ETF) emas, hingga saham perusahaan pertambangan emas. Selain itu dibahas juga investasi dalam bentuk perak dan logam mulia terkait lainnya.
Mudah-mudahan buku ini bisa menjawab pertanyaan seputar apa dan bagaimana cara berinvestasi di instrumen emas—-baik itu investasi dalam bentuk fisik maupun nonfisik—-yang selama ini masih menjadi pertanyaan besar. Segera dapatkan buku ini di toko buku kesayangan Anda.
Jumat, Februari 06, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar